Agen Perlinsos Siap Dampingi Calon Penerima Bansos

Sabtu, 19 September 2026 | 11:27:48 WIB

PEKANBARU - Upaya penguatan sistem perlindungan sosial terus dilakukan pemerintah melalui partisipasi warga dalam pemutakhiran data bansos. Kehadiran agen Perlinsos di lapangan menjadi ujung tombak untuk mendampingi warga secara langsung di lapangan.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa keberadaan agen Perlinsos memiliki fungsi khusus dalam membantu masyarakat mengakses sistem perlindungan sosial. Agen tidak memiliki kewenangan untuk menentukan apakah seseorang memenuhi syarat sebagai penerima bantuan.

"Perlu kita tegaskan dan sadari bersama mengenai fungsi agen perlinsos di lapangan. Agen tidak berwenang menentukan kelayakan masyarakat untuk menerima bantuan," kata Ketua DEN Luhut saat rakor perluasan piloting digitalisasi perlindungan sosial secara virtual pada Jumat (18/9/2026).

Dijelaskan, tugas agen Perlinsos lebih diarahkan untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala dalam melakukan pendaftaran. Sementara itu, proses pemeriksaan kelayakan penerima bantuan tetap dilakukan melalui sistem yang terhubung dengan berbagai sumber data pemerintah.

"Tugas agen murni membantu dan mempermudah masyarakat dalam mengakses pendaftaran sistem perlinsos. Kelayakan penerima bantuan tetap akan diperiksa oleh sistem yang terhubung dengan berbagai sumber data pemerintah," jelasnya.

Ketua DEN Luhut berharap keterlibatan agen Perlinsos dapat memperluas jangkauan layanan pemerintah hingga ke masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses. Dengan semakin banyak agen yang terlibat, proses pendaftaran diharapkan dapat berlangsung lebih inklusif.

"Saya berharap pertemuan hari ini menghasilkan langkah nyata. Semakin banyak agen yang terlibat, semakin inklusif proses pendaftarannya, semakin dekat layanan pemerintah kepada rakyat, dan semakin kuat suasana keadilan sosial yang kita bangun bersama," ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menerangkan, peran masyarakat melalui agen Perlinsos sangat dibutuhkan untuk menjangkau kelompok masyarakat yang menghadapi kendala dalam mengakses layanan digital. Kondisi tersebut antara lain dialami warga miskin, miskin ekstrem, rentan, hingga masyarakat berkebutuhan khusus.

Ia menambahkan, agen Perlinsos dapat berfungsi sebagai loket pendamping bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam melakukan pendaftaran melalui portal resmi. Agen juga diutamakan membantu warga di lingkungan terdekat agar proses pendampingan dapat dilakukan dengan lebih tepat.

"Oleh karena itu, agen perlinsos hadir sebagai loket pendamping untuk membantu mendaftarkan mereka yang membutuhkan melalui portal resmi. Sehingga, agen diutamakan mendaftarkan tetangga atau warga di sekitarnya," terangnya.

Menurut Gus Ipul, keterlibatan agen dari lingkungan terdekat juga penting untuk menjaga proses pendaftaran dan pemutakhiran data. Masyarakat sekitar dinilai lebih mengetahui kondisi sosial warga yang berada di lingkungan mereka sehingga dapat membantu mengarahkan masyarakat yang membutuhkan untuk melakukan pendaftaran.

"Hal ini penting untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan data, sebab yang mengetahui keadaan sesungguhnya tentu orang terdekat," tuturnya.

Mensos Saifullah kembali menegaskan bahwa agen Perlinsos bukan pihak yang memiliki kewenangan dalam menentukan penerima bantuan sosial. Peran tersebut terbatas pada membantu proses pendaftaran dan pemutakhiran data, sedangkan penentuan kelayakan dilakukan melalui mekanisme sistem pemerintah.

"Agen berfungsi membantu pendaftaran dan pemutakhiran data, bukan pihak yang menentukan layak atau tidaknya seseorang menerima bansos. Agen perlinsos ini bersifat relawan tanpa honor dan seluruh proses pendaftaran bansos bagi warga adalah gratis." pungkasnya. ***

Terkini