Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp100 Ribu Per Kilogram Di Kuansing

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:18:26 WIB

TELUK KUANTAN - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Kuantan Singingi mencatat kenaikan harga cabai rawit merah hingga menyentuh Rp100.000 per kilogram pada Rabu (7/10/2026). Lonjakan harga komoditas pangan tersebut ditemukan saat petugas melakukan pemantauan rutin perkembangan harga bahan pokok di Pasar Tradisional Berbasis Modern Teluk Kuantan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Kuantan Singingi, Mardansyah, mengonfirmasi bahwa pergerakan harga cabai rawit merah melonjak signifikan dari posisi sebelumnya sebesar Rp95.000 per kilogram. Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas cabai rawit hijau yang merambat naik dari Rp70.000 menjadi Rp80.000 per kilogram.

"Berdasarkan hasil pemantauan petugas kami di lapangan hari ini, harga cabai rawit merah mengalami lonjakan hingga mencapai Rp100.000 per kilogram, sementara cabai rawit hijau naik menjadi Rp80.000 per kilogram," kata Mardansyah, Rabu (7/10/2026).

Di tengah lonjakan harga cabai rawit, komoditas cabai merah keriting di tingkat pedagang justru mencatatkan penurunan. Harga cabai merah keriting terpantau melandai dari sebelumnya Rp100.000 menjadi Rp90.000 per kilogram.

Penurunan harga juga tercatat pada sektor peternakan di pasar tradisional tersebut. Harga komoditas daging ayam ras turun dari Rp38.000 menjadi Rp37.000 per kilogram, sedangkan telur ayam ras menyusul turun ke angka Rp26.000 dari harga sebelumnya Rp28.000 per kilogram.

Tren penurunan harga turut dialami oleh sejumlah produk komoditas sayuran segar di pedagang eceran. Harga tomat mengalami penurunan dari Rp15.000 menjadi Rp13.000 per kilogram, sementara sawi hijau bergerak turun dari Rp16.000 menjadi Rp15.000 per kilogram.

Mardansyah menjelaskan bahwa secara umum ketersediaan pasokan bahan pokok di Kabupaten Kuantan Singingi masih berada pada kondisi aman. Pihaknya terus memantau rantai distribusi dari daerah penghasil untuk mengantisipasi fluktuasi harga pangan yang lebih tinggi.

"Secara keseluruhan stok bahan pangan kita di pasaran masih relatif aman, dan pedagang menjamin pasokan dari daerah penyangga tetap lancar," ujar Mardansyah. ***

Terkini