Warga Pekanbaru Laporkan Kemunculan Aroma Menyengat Malam Hari

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20:00 WIB

PEKANBARU — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru menelusuri sumber bau amonia menyengat yang dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru pada Selasa (20/10/2026) malam. Aroma tak sedap tersebut mulai tercium warga sekitar pukul 20.00 WIB hingga menjelang dini hari.

Aroma tajam yang menyerupai limbah kimia tersebut tercium meluas di berbagai kawasan, mulai dari Rumbai, Hang Tuah, Panam, Kubang, Arengka, Marpoyan Damai, hingga Tenayan Raya. Kondisi ini memicu keresahan warga yang sempat menduga terjadi kebocoran tabung gas di rumah masing-masing.

Seorang warga Kecamatan Tuah Madani, Abdulah Sany, menyampaikan bahwa aroma tajam tersebut tercium sangat kuat hingga masuk ke dalam ruangan rumah pada Rabu (21/10/2026). Udara yang semula segar usai hujan mendadak berubah menjadi tidak sedap dan mengganggu kenyamanan warga.

"Baunya menyengat, amonia. Bau tajam malam tadi ya, sangat tidak nyaman," kata warga Tuah Madani, Sany, Rabu (21/10/2026).

Laporan serupa disampaikan oleh Nita, warga Jalan Hang Tuah, yang mengaku terbangun saat tidur akibat bau limbah kimia yang menyengat tersebut. Ia merasa khawatir karena fenomena itu terjadi secara merata di seluruh wilayah kota hingga ramai diperbincangkan di media sosial.

"Asap baru hilang, udah bau yang lain. Jadi kalau dicium bau-baunya memang seperti amonia atau gas bocor, tetapi kok bisa bau ini di seluruh Pekanbaru. Media sosial juga ramai tadi malam," kata Nita.

Sejumlah warga lainnya di wilayah Panam, Kubang, dan Rumbai juga sempat melakukan pemeriksaan mandiri terhadap instalasi tabung gas dapur akibat aroma tajam tersebut. Namun, masyarakat tidak menemukan indikasi kebocoran gas di kediaman masing-masing hingga timbul kekhawatiran terkait sumber pencemaran udara tersebut.

Menanggapi keluhan masyarakat, Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, menyatakan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti munculnya aroma tak sedap tersebut. Pihaknya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memverifikasi potensi sumber bau, termasuk pengawasan terhadap aktivitas industri di sekitar wilayah terdampak.

“Untuk mengetahui penyebabnya, kami perlu melakukan penelusuran terlebih dahulu. Berbagai kemungkinan akan diperiksa, termasuk kegiatan usaha yang berpotensi menghasilkan bau menyengat atau menimbulkan pencemaran. Jika nantinya ditemukan pelanggaran lingkungan, tentu akan kami tindak sesuai aturan,” ujar Reza, Rabu (21/10/2026).

Tahap awal penanganan akan difokuskan pada pemetaan lokasi terdampak serta pengumpulan keterangan dari masyarakat setempat. DLHK Kota Pekanbaru berencana menurunkan tim verifikasi lapangan guna mengidentifikasi potensi sumber emisi maupun paparan limbah.

Reza menambahkan bahwa koordinasi lintas instansi teknis akan dilakukan apabila dalam penelusuran ditemukan keterkaitan dengan kewenangan sektor lain. Data mengenai titik awal kemunculan aroma menjadi masukan penting dalam menentukan tindakan korektif selanjutnya.

“Yang perlu kami lakukan sekarang adalah mengumpulkan informasi lokasi, mencari kemungkinan asal bau, kemudian memeriksanya sesuai tugas dan kewenangan kami. Kami juga akan berkoordinasi dengan instansi teknis terkait agar penanganannya bisa dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan,” katanya. ***

Terkini