1.500 Hektare Sawah di Pidie Jaya Masih Tertutup Lumpur

1.500 Hektare Sawah di Pidie Jaya Masih Tertutup Lumpur
Bencana banjir bandang menyebabkan kerusakan pada rumah penduduk dan fasilitas publik di sepanjang pinggiran Sungai Meureudu, Desa Blang Awe, Pidie Jaya, Aceh, 8 Desember 2025. Antara/Irwansyah Putra

MimbarRiau.com - MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian meninjau langsung lahan persawahan yang tertutup lumpur akibat banjir di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Tito, yang juga Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, mengatakan sekitar 1.500 hektare sawah milik masyarakat mengalami kerusakan berat akibat tertutup lumpur tebal. Ketebalan lumpur di sejumlah titik mencapai 50 sentimeter hingga 1 meter. Selain itu, terdapat ribuan hektare lahan lain yang terdampak ringan hingga sedang.

Tito mengatakan Kabupaten Pidie Jaya merupakan salah satu lumbung pangan daerah dengan total luas pertanian sekitar 8.800 hektare. Karenanya, kerusakan lahan tersebut berpotensi mengurangi produksi padi apabila tidak segera ditangani.

“Karena ini kasian juga masyarakatnya, di samping itu produksi padi kita kan bisa berkurang juga,” kata Tito dalam keterangan resmi, Sabtu, 21 Februari 2026.

Tito berharap Kementerian Pertanian segera memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut. Menurut dia, percepatan rehabilitasi lahan dinilai penting agar sawah yang tertutup lumpur dapat kembali difungsikan sebagai lahan tanam.

“Mudah-mudahan nanti Pak Mentan (Menteri Pertanian), Pak Amran Sulaiman memberikan perhatian segera (terhadap kondisi lahan tersebut) untuk bisa kembali produktif,” ujarnya.

Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran sekitar Rp 336 miliar untuk mempercepat rehabilitasi lahan sawah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

"Anggaran tersebut digunakan untuk memulihkan sawah dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang agar dapat segera kembali berproduksi dan menjaga pasokan pangan daerah," kata Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan Hermanto, dikutip dari Antara, Senin, 16 Februari 2026.

Hermanto mengatakan program itu merupakan tindak lanjut dimulainya rehabilitasi yang dilaksanakan serentak pada 15 Januari 2026. 

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index