SAR evakuasi 20 pendaki akibat erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara

SAR evakuasi 20 pendaki akibat erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara

MimbarRohil.com - Tim SAR gabungan mengevakuasi 20 pendaki yang terdampak erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat, dengan dua warga negara asing asal Singapura dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan operasi pencarian dan pertolongan dilakukan setelah Basarnas Command Center (BCC) menerima sinyal darurat atau SOS dari perangkat Garmin pada pukul 08.55 WIT di titik koordinat 1°42'13.7"N 127°52'50.2"E.

“Sinyal tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Kepala Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, yang melaporkan adanya pendaki terdampak erupsi Gunung Dukono dan meminta bantuan evakuasi,” kata Iwan.

Ia menjelaskan, setelah menerima laporan darurat, Tim Rescue Pos SAR Tobelo bersama unsur potensi SAR langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

“Merespon laporan tersebut, pada pukul 09.56 WIT Tim Rescue Pos SAR Tobelo bersama unsur potensi SAR bergerak menuju Posko Pengamatan Gunung Dukono untuk melaksanakan koordinasi dan persiapan evakuasi,” ujarnya.

Personel yang diterjunkan terdiri atas empat anggota Basarnas, tujuh personel Polres Halut, tiga anggota BPBD, tiga personel TNI, dan sekitar 20 warga yang membantu proses pencarian dan evakuasi.

Setibanya di Posko Pengamatan Gunung Dukono, tim SAR gabungan berkoordinasi dengan Polres Halmahera Utara dan BPBD Halmahera Utara terkait kondisi terkini di lokasi erupsi.

Berdasarkan data sementara dari korban selamat, total pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono berjumlah 20 orang. Sebanyak 15 pendaki telah berhasil dievakuasi ke lokasi aman.

Sementara itu, lima orang lainnya masih berada di area puncak, dengan rincian dua orang dilaporkan meninggal dunia, satu orang dinyatakan hilang, dan dua orang lainnya masih bertahan di kawasan atas gunung untuk mencari korban hilang tersebut.

Dua korban meninggal dunia diketahui merupakan warga negara asing asal Singapura bernama Timo dan Sahnas. Namun, informasi itu masih menunggu verifikasi langsung dari tim SAR di lapangan.

“Hingga saat ini Tim SAR Gabungan masih terus berupaya menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik Gunung Dukono,” kata Iwan. **

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index