MIMBARROHIL.COM - Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i mengusulkan konsep redefinisi pendidikan Islam. Dia ingin setiap murid yang belajar mata pelajaran umum mesti ada nilai agama di dalamnya.
"Harus ada redefinisi pendidikan Islam. Bagaimana memastikan ketika anak belajar matematika, dia merasa belajar agama. Belajar fisika, dia belajar agama. Belajar biologi, dia belajar agama,” ujar dia saat menerima Forum Ma’had dan Madaris Qur’an Indonesia pada Selasa, 7 Juli 2026 dikutip laman resmi Kemenag.
Selain redefinisi pendidikan, dia mengusulkan gagasan pemberdayaan ekonomi pesantren. Menurut dia, pengembangan ekonomi akan lebih efektif bila setiap pesantren memiliki bidang usaha yang menjadi keunggulan sesuai potensi masing-masing. Sehingga, kata dia, mampu membekali santri dengan keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah lulus.
"Misal kelautan, pertanian, perkebunan, peternakan. Begitu tamat, selain dia bisa menghidupi dia, dia juga bisa merekrut. Itu baru benar pesantren pemberdayaan ekonomi,” ujar dia.
Kata dia, penguatan ekonomi pesantren tidak hanya bertujuan membangun kemandirian lembaga, tetapi juga menciptakan lulusan yang mampu membuka peluang usaha dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dia mengatakan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi perlu berjalan beriringan agar pesantren mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul sekaligus produktif.
“Kalau bisa dua-duanya. Di pesantren juga heboh dengan kemajuan perekonomian. Tapi begitu keluar, selain untuk dirinya, juga bisa menggerakkan ekonomi yang ada di sekitarnya,”kata dia. *