PEKANBARU – Suasana duka menyelimuti keluarga Supardi, warga Kelurahan Air Putih, Pekanbaru, atas berpulangnya keponakan tercinta, Asrini.
Di tengah kedukaan tersebut, Sipardi menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Komunitas Sedekah Jum'at (KSJ) Riau yang telah membantu proses administrasi kepulangan jenazah almarhumah.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 4 Maret 2026. Berdasarkan keterangan Supardidi, almarhumah Asrini mulai masuk ke Rumah Sakit Awal Bros Panam sekitar pukul 08.30 WIB pagi karena kondisi kesehatan yang menurun dan langsung mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU.
Namun takdir berkata lain, pada hari yang sama sekitar pukul 17.30 WIB sore, Asrini menghembuskan napas terakhirnya.
Persoalan muncul ketika diketahui kartu BPJS almarhumah dalam kondisi tidak aktif. Meski pihak rumah sakit sudah mencoba membantu, hingga saat terakhir status kepesertaan tak kunjung aktif.
Hal ini membuat biaya perawatan mencapai hampir Rp20 juta, sebuah angka yang membuat pihak keluarga kebingungan untuk melakukan penebusan biaya agar jenazah bisa segera dipulangkan.
Dalam situasi sulit tersebut, Supardi menghubungi Pembina KSJ Riau, Suhendri Febria, yang kemudian langsung berkoordinasi dengan Ketua KSJ Riau, Muhajirin Siringo Ringo.
Mendapat laporan tersebut, Muhajirin Siringo Ringo didampingi Wakil Ketua KSJ Riau, Eko Cahyadi, langsung bergerak cepat mendatangi RS Awal Bros Panam untuk membantu mencari solusi bagi warga tersebut.
"Kami langsung menghubungi seluruh pihak terkait yang berhubungan dengan BPJS. Alhamdulillah, berkat doa seluruh keluarga dan kerja sama yang baik dengan pihak RS Awal Bros Panam, UHC (Universal Health Coverage) Asrini pun aktif sehingga keluarga bisa segera membawa jenazah almarhumah pulang," jelas Muhajirin.
Atas bantuan tersebut, Supardi mewakili keluarga besar menyampaikan terima kasih atas kepedulian KSJ Riau yang hadir di saat mereka sangat membutuhkan bantuan.
Di sisi lain, Muhajirin Siringo Ringo yang juga merupakan tokoh muda dan aktivis di Riau ini, memberikan pesan mendalam bagi seluruh masyarakat. Ia menekankan agar warga tidak abai terhadap status jaminan kesehatan mereka.
"Mari kita peduli dengan jaminan kesehatan kita. Segera lakukan pengecekan di puskesmas terdekat apakah BPJS kita aktif atau tidak. Bagi yang belum punya, segera urus. Negara kita sudah menjamin kesehatan rakyatnya, namun kita sebagai warga juga harus aktif dan peduli terhadap pemenuhan jaminannya," pungkas Muhajirin.
Kini jenazah almarhumah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi warga Riau akan urgensi kepemilikan jaminan kesehatan yang aktif. **