Pimpin Rapat Pemantapan, Sekretaris Disdikbud Rohil Tegaskan Komitmen Pemkab Dukung Karnaval HUT ke-81 RI

Jumat, 07 Agustus 2026 | 16:00:54 WIB

MIMBARROHIL.COM  – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan bahwa Pawai Karnaval Satuan Pendidikan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia tetap dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026 mendatang. 

Kepastian ini didapat setelah Sekretaris Disdikbud Rohil, Riwansyah, S.STP., M.Si., mewakili Kepala Dinas, memimpin rapat pemantapan intensif di Ruang Rapat Kantor Disdikbud Rohil, Kompleks Perkantoran Batu 6, Bagansiapiapi, Jumat (7/8/2026). Rapat tersebut dihadiri jajaran internal Disdikbud mulai dari para Kepala Bidang (Kabid), Kepala Seksi (Kasi), Koordinator Pengawas (Korwas), hingga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SD dan SMP.

Dalam pertemuan strategis tersebut, disepakati bahwa pusat kegiatan pawai akan dipusatkan di halaman kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Rohil. 

Di sela-sela rapat, Riwansyah secara tegas menepis isu miring yang sempat beredar liar di media sosial mengenai ditiadakannya pawai karnaval tahun ini. Ia memastikan informasi pembatalan tersebut adalah tidak benar atau hoaks.

"Rapat hari ini menjadi jawaban konkret bahwa pawai karnaval menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tetap dilaksanakan. Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir di bawah kepemimpinan Bupati H. Bistamam dan Wakil Bupati Jhoni Charles, BBA., MBA., sangat mendukung kegiatan tahunan ini," tegas Riwansyah. 

Menurutnya, narasi pembatalan yang sempat beredar beberapa hari lalu kemungkinan muncul dari salah paham atas pertimbangan bijaksana pimpinan daerah. Mengingat kondisi ekonomi saat ini, pemerintah daerah memang terus mengkaji formula acara agar tetap meriah namun tidak membebani masyarakat.

Merespons situasi ekonomi yang dinamis, Disdikbud Rohil secara khusus mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk mengedepankan prinsip efisiensi. Pihak sekolah diminta tidak memaksakan pengeluaran biaya yang besar kepada para orang tua atau wali murid. 

"Kami menyarankan sekolah memanfaatkan kreativitas, misalnya menggunakan bahan-bahan daur ulang atau kostum yang sudah ada tanpa harus membeli baru. Partisipasi harus tetap tinggi, namun kondisi finansial keluarga murid juga wajib kita jaga bersama," tambahnya. 

Nantinya, pawai karnaval ini akan diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai tingkatan sekolah, mulai dari jenjang PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA sederajat. Para peserta diprediksi akan menampilkan beragam pakaian adat nusantara, replika profesi, hingga atraksi seni budaya khas daerah.

Riwansyah berharap momen ini tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial tahunan, melainkan menjadi panggung kreativitas sekaligus wadah penanaman nilai nasionalisme yang kuat sejak dini."Melalui momen ini, kita ingin menanamkan nilai nasionalisme yang kuat dan menampilkan kekayaan budaya nusantara kepada generasi muda," pungkasnya.

Di akhir rapat, Disdikbud juga menitipkan pesan penting agar setiap satuan pendidikan mengutamakan keselamatan dan kesehatan siswa selama persiapan hingga acara berlangsung di lapangan. **

Terkini