Kabut Asap Semakin Parah Di Perairan Panipahan, Aktivitas Nelayan Terancam Terhenti.

Kabut Asap Semakin Parah Di Perairan Panipahan, Aktivitas Nelayan Terancam Terhenti.

ROKANHILIR - Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya para nelayan yang ada di perairan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, yang setiap hari menggantungkan hidupnya dari hasil laut.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dapat mengurangi jarak pandang saat nelayan berangkat maupun ketika berada di tengah perairan.

Bagi nelayan, kabut asap bukan sekadar menghambat perjalanan menuju lokasi penangkapan ikan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan di laut.

"Kabut asap ini sangat berdampak bagi nelayan, karena jarak pandang hanya sekitar lebih kurang 100 meter," ujar seorang nelayan Muhammad Najib Nasution, pada Kamis (15/10/2026).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dampak dari kabut asap ini sangat mengganggu aktivas di saat melakukan pelabuhan jaring, karena sulit menemukan lokasi tempat pelabuhan yang biasa di tempuhnya saat melaut di sebabkan jarak pandan yang terbatas.

"Biasa kami melakukan pelabuhan siang dan malam, karena kabut asap semakin parah, kami terpaksa berlabuh di siang hari saja, dan malam hari kami terpaksa berlabuh jangkar ataupun menepi di pulau halang," ungkap nya.

Jarak pandang yang terbatas membuat nelayan lebih sulit melihat kapal lain, menentukan arah pelayaran, serta mengenali kondisi perairan di sekitarnya.

Selain faktor keselamatan, kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi pendapatan nelayan. Apabila jarak pandang semakin terbatas dan situasi dinilai tidak aman, nelayan mungkin harus menunda keberangkatan atau mengurangi waktu melaut. Akibatnya, hasil tangkapan dan penghasilan keluarga nelayan dapat ikut terdampak.

Para nelayan diharapkan meningkatkan kewaspadaan ketika kabut asap mengganggu jarak pandang. Penggunaan alat keselamatan, pemeriksaan kondisi kapal, serta pemantauan cuaca sebelum berangkat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko selama pelayaran.

Pemerintah dan instansi terkait juga diharapkan memberikan perhatian terhadap kondisi yang dihadapi para nelayan, termasuk menyampaikan informasi cuaca dan keselamatan pelayaran serta melakukan upaya penanganan sumber kabut asap apabila terbukti berasal dari kebakaran hutan dan lahan.

Kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat perlu menjadi perhatian bersama. Keselamatan nelayan harus diutamakan agar mereka dapat menjalankan aktivitas mencari nafkah tanpa mengabaikan risiko yang dapat membahayakan jiwa.(Bahar)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index