MIMBARROHIL.COM – Meskipun tengah dihadapkan pada keterbatasan alokasi anggaran, perbaikan infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi perekonomian daerah tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Komitmen tersebut dibuktikan secara nyata melalui pelaksanaan proyek perbaikan fungsional pada ruas Jalan Lintas Petapahan-Gelombang, tepatnya di kawasan Desa Tanjung Sawit, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.
Rangkaian pengerjaan teknis di lapangan tersebut dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Dinas PUPR-PKPP) Provinsi Riau. Melalui Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan (UPTJJ) Wilayah V, petugas bergerak cepat di lokasi untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang mengalami kerusakan parah serta berlubang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi, melalui Plt Kepala UPTJJ Wilayah V, Basharuddin, menegaskan bahwa penanganan fungsional ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah. Langkah taktis ini diambil demi meminimalisir risiko kecelakaan dan menjamin kelancaran arus transportasi barang maupun manusia di kawasan tersebut.
"Perbaikan fungsional pada ruas Jalan Lintas Petapahan-Gelombang ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Plt Gubernur Riau. Beliau menginstruksikan kepada seluruh jajaran UPT untuk memastikan kondisi infrastruktur jalan tetap terjaga demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat luas," kata Basharuddin, Kamis (9/7/2026).
Menindaklanjuti instruksi pimpinan tersebut, perbaikan infrastruktur jalan kini menjadi fokus utama bagi UPTJJ Wilayah V. Skema penanganan titik-titik kerusakan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan area yang memiliki tingkat kerusakan paling parah agar pengerjaan di lapangan berjalan lebih efektif, efisien, dan terukur.
Basharuddin menjelaskan bahwa jalur lintas Petapahan-Gelombang memiliki karakteristik mobilitas yang sangat tinggi dan rawan mengalami tekanan berat. Setiap harinya, jalan ini menjadi rute utama yang dilewati oleh kendaraan bertonase besar, mulai dari truk pengangkut material bangunan, truk Crude Palm Oil (CPO), hingga truk pengangkut buah kelapa sawit hasil perkebunan warga.
Lebih lanjut, Basharuddin memaparkan bahwa pendekatan pengerjaan secara bertahap ini juga menjadi bagian dari strategi teknis untuk menjaga kualitas struktur jalan. Dengan metode yang presisi tersebut, hasil pengaspalan atau penambalan jalan diharapkan menjadi lebih kokoh, tahan lama, serta mampu memberikan asas manfaat dalam jangka waktu panjang.
"Kami memilih fokus mengerjakan secara bertahap pada titik-titik yang menjadi prioritas utama di lapangan. Tujuannya sangat jelas, yaitu untuk meningkatkan aspek keselamatan, keamanan, serta kenyamanan bagi seluruh elemen masyarakat yang melintas di ruas jalan lintas ini," pungkasnya memungkasi penjelasan. **